supported by:
    

Launching Kelas Axioo SMK Negeri 1 Purwodadi

Mulai tahun pelajaran 2016/2017, SMK Negeri 1 Purwodadi membuka kelas unggulan kerja sama dengan Axioo
Launching dilakukan oleh Bapak Ahmad F Muzaki, S.Pd., MTA, selaku Education Program Manager Axioo Class Program (ACP) dan dihadiri oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan

Axioo Class Program

Kelas Axioo merupakan kelas industri kerjasama dengan Axioo. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum sekolah yang disinkronisasi dengan skill industri.

Axioo Smart Classroom

Ruang kelas moderen tempat siswa binaan Axioo belajar mata pelajaran umum dan kejuruan di ruangan berbasis teknologi.
Menggunakan media kaca sebagai papan tulis dengan sentuhan serta menggunakan software managemen kelas untuk mengontrol aktivitas siswa.

Axioo Smart Factory

Program pelatihan bagi siswa merakit Notebook sesuai standar industri serta teknik perawatan dan perbaikan laptop/tablet/smartphone sesuai standar Service Center.

Sertifikasi Internasional

Siswa Kelas Axioo diberi kesempatan mengikuti sertifikasi internasional seperti Microsoft, Mikrotik, dll dan memperoleh gelar yang diakui industri sedunia.
Sertifikasi serta Lisensi dari dunia industri menjadi bekal bekerja pada perusahaan nasional maupun global di era pasar bebas ASEAN (MEA)

Tampilkan postingan dengan label pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilihan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2016

Launching Kelas Axioo SMKN1 Purwodadi

Dengan bimbingan Axioo Master Trainer, siswa TKJ dibimbing sebagai tutor sebaya sedang praktik merakit Laptop

Kelas Axioo (Axioo Class Program) SMK Negeri 1 Purwodadi diresmikan oleh Bapak Ahmad F Muzaki, S.Pd., MTA, selaku Education Program Manager Axioo Class Program. Acara ini mengundang Kepala Dinas P dan K, pengawas SMK, kepala SMP sekitar, MKKS SMK serta calon siswa TKJ beserta orang tuanya.


Bapak Kepala Dinas P dan K menyaksikan siswa dalm merakit laptop

Bapak Kepala Dinas melihat bagaimana kiprah siswa TKJ yang dibimbing oleh Axioo Master Trainer di ruang kelas Axioo. Para siswa TKJ yang saat ini duduk di kelas X.dan XI dimbimbing sebagai tutor sebaya yang nantinya membimbing adik kelas atau teman lainnya.
Siswa belajar merakit laptop/tablet di kelas Axioo menggunakan standar Axioo (Axioo smart factory), sampai berhasil menyala. Siswa juga dibimbing untuk merawat dan memperbaiki kerusakan laptop sesuai standar industri. 

Bapak Kepala Dinas P dan K bersama Bapak Kepala Sekolah menyaksikan siswa merakit Laptop Axioo
Nantinya siswa-siswi yang dilatih sebagai tutor sebaya ini akan membimbing siswa-siswi kelas Axioo yang akan menjadi siswa baru di kelas Axioo SMK Negeri 1 Purwodadi.
Bapak Ahmad F Muzaki, S.Pd, MTA memberikan penjelasan kepada orang tua/wali yang menyaksikan kegiatan pelatihan perakitan laptop siswa-siswi TKJ.


Bapak Ahmad F Muzaki, S.Pd, MTA memberi arahan kepada orang tua/wali calon siswa Kelas Axioo



Share:

Senin, 30 Mei 2016

Axioo Cari Tenaga Kerja Baru Lulusan SMK Ketimbang D3

Timmy Theopelus, Direktur Axioo Class Program (kiri), dan Khalim lulusan SMK yang sudah direkrut Axioo sebagai teknisi

Liputan6.com, Jakarta - Produsen komputer dan smartphone lokal, Axioo, tengah sibuk menggelar program pelatihan khusus bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang nantinya direkrut menjadi karyawan. Kenapa Axioo lebih memilih mencari tenaga kerja baru dari SMK, bukan D3 atau S1?

Menurut Timmy Theopelus, Direktur Axioo Class Program, SDM paling melimpah ada di SMK. "Kalau level D3/S1 kadang terlalu banyak memilih, gengsinya lebih gede," demikian alasan Timmy.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, SMK merupakan penyumbang pengangguran tertinggi di Indonesia. Satu (1) dari sepuluh (10) pengangguran di Indonesia adalah lulusan SMK.

Setiap tahun, lanjut Timmy, ada sekitar 7,4 juta pengangguran baru di Indonesia. Sekitar 12% di antaranya lulusan SMK dan sederajat. Salah satunya disebabkan anak-anak lulusan SMK banyak yang tidak siap kerja. Inilah yang mendasari Axioo membuat "Axioo Development Program", yang juga merupakan kelanjutan dari Axioo Class Program.

Di tahap awal, Timmy mengungkap ada sekitar 500 orang yang mendaftar untuk ikut pelatihan ini. Dari jumlah itu, hanya 80 yang terpilih sesuai standar. Mereka kemudian dilatih dan diberi pembekalan antara lain tentang job description, hardware, hingga ilmu public speaking agar berani bicara di depan umum.



Di akhir pelatihan mereka harus mengikuti ujian. Setelah lulus pelatihan, mereka akan lanjut ke tahap berikutnya, hingga nanti berhasil menjadi 1.000 tenaga kerja baru terampil. Target tersebut diharapkan dapat tercapai akhir tahun ini.

Pelatihan dibagi ke dalam beberapa batch dan dilakukan di sekolah yang ditunjuk Axioo karena ruangan terbatas. Axioo menganggarkan Rp 80-90 juta untuk satu kali pelatihan selama 9 hari; 3 hari teori dan 6 hari di lapangan.

Setelah lulus pelatihan, siswa akan lanjut ke tahap berikutnya hingga nanti ada 1000 tenaga kerja baru terampil. PKP Jakarta Islamic School merupakan SMK pertama yang menjadi training center Axioo bagi calon karyawannya.

Timmy mengungkap, saat ini kebutuhan SDM sudah sangat mendesak bagi Axioo seiring dengan perkembangan IT yang luar biasa dan penjualan Axioo yang meningkat. Selama ini Axioo merekrut karyawan dari umum dengan memasang iklan di koran atau di website. Namun sekarang, selain dari situ, Axioo ingin mengambil dari sekolah SMK dengan terlebih dulu menyiapkan bekal keterampilan agar mereka siap kerja setelah lulus.


Sumber :
http://tekno.liputan6.com/read/2475154/cari-tenaga-kerja-baru-axioo-lirik-smk-ketimbang-d3
Share:

Axioo Cari 1000 Lulusan SMK yang Siap Kerja



Liputan6.com, Jakarta - Axioo, perusahaan yang terkenal sebagai produsen komputer lokal, membuka program pelatihan "Axioo Development Program" bagi para siswa SMK untuk nantinya direkrut sebagai karyawan Axioo.

Direktur Axioo Class Program, Timmy Theopelus, mengatakan program pelatihan ini merupakan kelanjutan dari Axioo Class Program. Tujuannya untuk menyiapkan agar para lulusan SMK setelah lulus nantinya sudah siap kerja.

Menurut Timmy, program ini dibuat karena dalam beberapa tahun terakhir ini Axioo kesulitan mencari tenaga kerja yang siap pakai.



"Ada banyak lulusan teknisi yang melamar, tapi tidak qualified, tidak siap dengan yang kita butuhkan", katanya di PKP Jakarta Islamic School.

Axioo memilih merekrut tenaga kerja dari SMK karena di sini merupakan gudangnya SDM. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, SMK merupakan penyumbang penggangguran tertinggi di Indonesia. Satu dari 10 pengangguran di Indonesia adalah lulusan SMK.

Lebih lanjut Timmy menyebutkan, setiap tahun ada sekitar 7,4 juta pengangguran baru di Indonesia. Sekitar 12%-nya lulusan SMK dan sederajat. Salah satunya disebabkan karena anak-anak lulusan SMK banyak yang tidak siap kerja.

"Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali dengan apa yang dipakai di dunia industri, terutama industri IT. Di lain sisi, industri IT bergeraknya/berubahnya cepat sekali," jelasnya.

Melalui program ini Axioo berharap dapat membantu para siswa SMK untuk belajar kurikulum IT sesuai standar yang mereka buat, sehingga lulusannya nantinya dapat direkrut oleh Axioo.

Axioo menargetkan hingga akhir 2016 dapat merekrut 1.000 orang SDM dari lulusan SMK untuk bekerja di perusahaannya. Pelatihan perdana dari program ini digelar di PKP Jakarta Islamic School, Jakarta Timur. Sekolah ini merupakan SMK pertama yang menjaditraining center-nya Axioo untuk calon karyawan.


Sumber : http://tekno.liputan6.com/read/2475076/axioo-cari-1000-sdm-lulusan-smk-yang-siap-kerja
Share: